Membuat roti tidaklah mudah. Apalagi yang bertekstur lembut, empuk dan rasanya enak.

Roti adalah salah satu makanan yang digemari oleh siapapun. Sejak dahulu, roti telah menjadi hidangan favorit. Roti dibuat mengggunakan bahan dasar gandum yang ditumbuk dengan air hingga terbentuklah adonan yang nantinya akan dibakar dalam tungku.

Seiring pekembangan jaman, roti telah mengalami evolusi dengan jenis yang beragam. Masyarakat Indonesia sendiri saat ini lebih menyukai roti bertekstur lembut dan manis. Berbeda dengan negara Eropa yang cenderung menyukai roti bertekstur keras.

Dengan rasa dan tekstur yang disukai, banyak sekali yang mencoba untuk membuat sendiri roti di rumah, namun ternyata untuk menciptakan roti dengan tekstur yang empuk dan lezat gampang-gampang susah lho . Jika salah menakar bahan atau tekniknya salah, maka bisa saja hasilnya kurang baik. Simak dulu yuk cara membuat roti agar teksturnya lembut.

1/ Pemilihan bahan

Pemilihan bahan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembuatan roti. Untuk menghasilkan roti yang empuk, campurlah tepung terigu berprotein tinggi dengan tepung berprotein sedang dengan jumlah lebih sedikit.

Tambahkan gula, karena gula membantu menambah volume roti dan membantu ragi bekerja lebih cepat. Tak hanya itu, gula juga memberikan warna cokelat keemasan yang camtik.

Jangan lupakan telur. Jika ingin roti bertekstur kenyal, maka gunakan putih telur. Berbeda jika ingin tekstur kue yang empuk, maka penggunaan kuning telur harus diiperbanyak.

Tambahkan margarin untuk memmbuat tektur roti lebih lembut. Pilih margarin yang berkualitas tinggi. Untuk pelembut dan pengembang biasanya digunakan untuk roti yang dijual agar lebih mengembang dan tahan lama.

2/ Fermentasi

Proses fermentasi dilakukan setelah adonan telah elastis. Adonan harus diletakkan dalah kondisi tertutup di dalam suhu ruangan agar mengembang sempurna. Untuk mengetahui apakah adonan telah mengembang sempurna, perhatikan serat pada adonan. Jika telah ditemukan serat,maka sudah dipastikan adonan telah mengembang sempurna. Ada 3 hal yang menyebabkan menghambat terjadinya proses fermentasi, yaitu kualitas ragi yang buruk, tidak adanya gula dalam adonan, tidak cukupnya udara hangat untuk membuat ragi mengembang.

3/ Proses oven

Oven adalah salah satu tahapan dalam pembuatan roti. Roti akan terlalu keras jika di oven terlalu lama. Semakin besar roti, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengoven akan semakin lama. Biasanya untuk roti sekali makan dibutuhkan waktu 8-12 menit

4/ Setelah pembakaran

Setelah dioven, letakkan roti di dalam rak kawat atau wadah untuk mengeluarkan uap panas. Setelah roti dingin, tempatkan dalam wadah kedap udara untuk membuat tekstur roti tetap empuk dan tidak kering.

Setelah mengetahui tips untuk membuat roti lebih lembut, pasti kamu tertantang untuk membuat resep Resep Roti John Bolognese , Resep Roti Lapis Telur Keju , ataupun Resep Donut Mini Isi Selai yang tentunya akan disukai kerabat dan orang-orang di sekitarmu! Selamat mencoba.

Home
Pencarian
Profil
Lainnya

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.