Download Aplikasi Endeus

Inspirasi masak tiap hari

Nampaknya seakan ada yang kurang jika makan tapi nggak ada rasa pedas. Setuju?

Lidah orang Indonesia sangat akrab dengan makanan pedas. Bahkan sedari kecil mungkin kita udah kenal dengan rasa pedas. Entah nggak sengaja memakan pedas atau emang penasaran dengan rasa pedas.

Seakan ada yang kurang ketika menyantap makanan tapi nggak ada sambal atau rasa pedasnya. Saking nggak bisa lepas dari rasa pedas, ketika pergi keluar negeri pun sambal atau cabai bubuk seakan menjadi salah satu barang yang wajib dibawa.

Jika dibandingkan dengan negara-negara di Barat, sangat terasa perbedaannya. Karena masyarakat di sana seakan kurang suka dengan rasa pedas. Paling kalo kita minta sambal di sana, kebanyakan akan dikasih tabasco yang rasanya cenderung asam daripada pedas. Makanya nggak heran jika banyak yang bawa sambal atau cabai sendiri.

Lalu mengapa orang Indonesia sangat suka dengan rasa pedas? Ternyata ini bisa ditarik lebih jauh lagi bisa disebabkan karena faktor budaya. Sains.kompas.com , mewartakan kalau peran budaya nggak bisa dilepaskan dari alasan mengapa kita menjadi suka pedas.

By

Sedari dulu Indonesia dikenal dengan kaya akan rempahnya. Kebanyakan dari rempah tersebut memiliki rasa pedas. Oleh karena itu kita udah mengenal rasa pedas sedari awal sekali.

Seiring berjalannya waktu, menyantap pedas jadi memiliki sensasi tersendiri. Seperti misalnya adrenalin menjadi naik.

Lain lagi dengan CNNIndonesia.com yang menuliskan bahwa sensasi pedas itu dicari karena makanan pokok orang Indonesia adalah nasi. Karena nasi memiliki rasa hambar jadi lidah kita membutuhkan perasa lain.

"Karena ada nasi putih. Dari penyajiannya supaya nasi putih tadi kaya rasa. Apalagi kalau dengan ayam goreng tanpa sambal ibarat main di taman tanpa bunga," kata Chef Billy Kalangi yang dikutip dari CNN Indonesia.

Analogi yang dikasih oleh Chef Billy emang benar adanya. Coba aja kalo kita makan pecel ayam di pinggir jalan, cuma dikasih nasi sama ayam aja. Pasti rasanya tawar-tawar aja ‘kan? Tapi kalo udah ada sambelnya, baru rasanya berubah 180 derajat nikmatnya.

Juga ada faktor kebiasaan yang berdampak kita menjadi suka dengan sambal dan cabai. Masih dikutip dari sumber yang sama, Chef Ragil Imam Wibowo mengatakan makan sambal menjadi kebiasaan turun temurun. Misalnya kita udah dikenalkan dengan sambal keluarga ketika menyantap makanan rumahan.

Jadi rasa nikmatnya sambal tersebut akan terus teringat hingga dewasa dan menjadi doyan dengan sambal. Pada akhirnya akan merasa kesulitan ketika menyantap makanan tapi nggak ada rasa pedasnya. Nah, jadi siapa di sini yang nggak bisa makan pedas dan yang suka sekali dengan pedas?

Home
Pencarian
Profil
Lainnya

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.