Mie instan itu enak banget, nggak perlu diragukan lagi deh.

Siapa sih yang nggak doyan makan mie instan? Bahkan ada yang bilang kalau mie instan itu nggak pernah salah. Mau dimakan buat sarapan, makan siang, makan sore, makan malam, hingga buat camilan juga nggak ada salahnya. Bahkan, mau dimakan pakai nasi juga ada aja orang melakukannya.

Mau mie dengan kuah atau nggak pakai kuah (mie goreng) semua punya penikmatnya masing-masing. Saking fanatiknya, ada juga yang membela mie kesukaannya hingga menjadi ribut dan berkelompok; tim mie rebus vs tim mie goreng. Kebayang nggak gimana fanatiknya orang-orang dalam membela mie instan favorit mereka?

Meski mie instan itu enak banget, tapi kita harus pintar dalam mengonsumsinya. Karena makan mie instan keseringan juga nggak baik untuk tubuh, katanya. Emang bener? Seberapa nggak sehatnya sih makan mie instan? Mari bahas lebih dalam lagi.

Kita bahas dari hal yang mendasar dulu. Katanya makan mie instan itu nggak sehat, well yang pasti kalau sudah melewati BPOM sudah aman untuk dikonsumsi. Cara mengetahuinya adalah biasanya dituliskan di bungkus mie instan label BPOM tersebut.

Selanjutnya, mari kita masuk membahas mie instannya sendiri. Kandungan yang terdapat pada mie instan dibilang ada lilinnya sehingga sulit dicerna. Hardinsyah, seorang ahli gizi juga profesor dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dikutip dari Cnnindonesia.com , menampik hal tersebut.

Kalau misalnya hal tersebut benar, ketika sehabis mengonsumsi mie instan, kita pasti lemas karena organ tubuh tidak bekerja dengan semestinya. Tapi ternyata sebaliknya, kita malah tetap bertenaga setelah makan mie instan. Tandanya mie tersebut bisa dicerna oleh tubuh.

Mie dibuat dari tepung terigu yang terbuat dari gandum. Terigu sendiri berasal dari bahasa Portugis; trigo yang berarti gandum. Tandanya mie memiliki karbohidrat juga. Bisa dibilang sedikit banyak mie dapat memenuhi kebutuhan asupan karbohidrat bagi tubuh kita.

Banyak yang salah dengan cara mengonsumsi mie instan. Memang terdapat karbohidrat di dalam mie, tetapi seratnya sangat sedikit. Karenanya ketika diolah di dalam tubuh, akhirnya akan menjadi lemak.

Yang salah lainnya lagi adalah masih banyak yang mengandalkan mie sebagai asupan utama dengan alasan karena bisa membuat perut kenyang. Padahal kita perlu asupan lain untuk mendapatkan gizi seimbang. Makanya kita tidak merasakan cukup kenyang ketika mengonsumsi satu bungkus mie instan. Alasannya seperti yang sudah dituliskan di atas, mikronutrisi yang tidak terpenuhi.

Merasa satu bungkus mie instan kurang, ada beberapa orang yang membuatnya menjadi dua bungkus dalam satu piring. Ini yang membuat kita bisa menjadi obesitas. Sedangkan obesitas bisa memicu berbagai penyakit lainnya.

Sebaiknya, mengonsumsi mie instan juga dibarengi dengan lauk lain, bisa ditambahkan dengan sayur, makanan berserat, dan protein lainnya seperti telur, ayam, dan lain-lain.

Lalu untuk menikmati mie rebus yang menggunakan kuah, sebaiknya tidak menggunakan air rebusan mie sebagai kuahnya. Lebih baik menggunakan air baru. Alasannya, seperti dikutip dari Food.detik.com , Leona Victoria Djajadi, yang juga seorang ahli gizi, mengatakan kalau air rebusan mie mengandung banyak lebihan pati dan juga sisa pewarna (kuning).

Lalu berapa bungkus mie instan yang dianjurkan dalam seminggu? Dianjurkan oleh Ibu dua anak tersebut adalah empat kali dalam sebulan, atau dengan kata lain satu kali dalam seminggu. Kalau terlalu banyak mengonsumsi mie instan bisa meningkatkan terkena obesitas.

Nah, udah tau kan gimana cara menikmati mie instan? Jangan sampai salah menikmatinya lagi ya.

Home
Pencarian
Profil
Lainnya

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.