Cita rasa gurih nan kaya yang tak tergantikan

"

Makanan Indonesia tidak hanya terkenal akan cita rasanya yang kaya. Selain menggunakan banyak bumbu, salah satu yang kerap ditambahkan, yakni Santan.

Di Indonesia, penggunaan santan marak ditemukan di dapur Sumatera dan Jawa. Rendang-makanan khas Minang, bahkan turut mendapat pengakuan dunia kerena kelezatannya.

Santan merupakan hasil dari proses pemerasan daging kelapa yang sudah diparut dan air. Tingkat kekentalan santan bergantung pada jumlah air yang digunakan.

Cita rasa santan yang gurih, menjadi pengikat yang sesuai saat dipadukan dengan ragam hidangan baik yang bercita rasa asin atau manis. Walaupun setiap kelapa dapat menghasilkan santan, proses pemilihan buah kelapa yang tepatlah yang menjadi pembeda antara kualitas santan.

Buah kelapa berusia 10 bulan dianggap sebagai buah kelapa yang paling ideal. Jika berbelanja di pasar tradisional, kita akan menemukan buah kelapa yang sudah dilepas dari batoknya sehingga sulit mengetahui usia kelapa. Tipsnya, pilih kelapa dengan kulit ari berwarna cokelat tua gelap, memiliki permukaan mulus dan masih terdapat sedikit air di dalamnya.

Santan termasuk bahan yang harus ditangani dengan benar. Keadaan tangan yang bersih, pemilihan alat untuk memarut, hingga tempat penyimpanan yang salah, dapat berpotensi mengubah rasa santan yang gurih menjadi asam. Sebaiknya, santan digunakan segera setelah diparut.

Selain dapur Nusantara, santan juga jamak digunakan di Asia Tenggara (Malaysia, Thailand), Asia Selatan (India, Bangladesh, Sri Lanka), Karibia, dan Amerika Selatan (Brasil, Puerto Rico).

Santan pun kini sudah hadir dalam berbagai bentuk (bubuk, cair, kental) demi alasan kepraktisan. Mengonsumsi santan tidak selamanya buruk untuk tubuh, asal disesuaikan dengan kondisi tubuh dan batas porsi. Salah satu gerai minuman kopi asal Amerika, juga pernah memperkenalkan santan sebagai pilihan minuman berkategori non-dairy .

"

Home
Pencarian
Profil
Lainnya

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.