Download Aplikasi Endeus

Inspirasi masak tiap hari

Kebiasaan baik dimulai dari langkah kecil bisa memberi dampak besar.

"

Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian biota laut. Sayangnya Indonesia justru penyumbang limbah ke laut terbanyak kedua di dunia setelah Tiongkok.Seperti kita ketahui semakin banyaknya sampah plastik khususnya kantong plastik dan sedotan sekali pakai membahayakan biota laut. Untuk sedotan saja Indonesia menggunakan lebih dari 93 juta sedotan plastik sekali pakai dibuang per harinya.

Pada tahun ke 40 KFC Indonesia membuka tahun dengan menggalakkan gerakan peduli lingkungan. Dengan membangun instalasi edukasi kondisi lingkungan laut dan sampah Indonesia di KFC Paramount Serpong. Instalasi tersebut menyibak bahaya sampah plastik di perairan Indonesia, dibuka untuk umum sejak 2 Februari - 3 Maret 2019.

By Swietenia Puspa menjelaskan bahaya sampah plastik di laut. Dalam Instalasi Edukasi Peduli Lingkungan KFC Paramount Serpong.

Bermula dari penyelam muda Indonesia Swietenia Puspa , Inisiator Diver Clean Action menceritakan penemuannya mengenai penyebaran sampah plastik, lalu 2016 mengajak KFC untuk mengurangi sampah sedotan. Data inilah yang menggerakkan KFC Indonesia dengan kampanye bertagar No Straw Movement sejak Mei 2017. Jadi jangan heran di seluruh cabang KFC Indonesia sudah tidak tersedia sedotan. “Peduli lingkungan harus menjadi gaya hidup anak muda sekarang.” Tutur Sean Gelael Pembalap F2 dan brand ambassador KFC Indonesia. Sebaiknya kita mulai membekali diri dengan sedotan stainless steel kemana pun kita berada.

By Sean Gelael Pembalap F2 dan Brand Ambassador KFC Indonesia.

Gerakan ini juga ditularkan ke cabang KFC internasional, dimulai oleh KFC Singapore pada Juni 2018 sudah menghentikan penggunaan sedotan plastik. Diikuti KFC Hongkong pada Oktober, dan KFC Mongolia pada akhir 2018. “Kini No Straw Movement sedang dikaji untuk diaplikasikan di KFC Global yang akan dilaksanakan mulai tahun ini.” Tutur Hendra Yuniarto , General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia Tbk.

Selain itu terdapat gerakan Budaya Beberes, dengan mengajak pelanggan untuk belajar memilah sampah dimulai dari setelah bersantap. Tentu ini banyak menaikkan kontroversi dan sempat viral di sosial media. Tapi sebelum komplain mari kita berkepala dingin sejenak berpikir. Hal membereskan meja setelah makan di restoran cepat saji adalah hal lumrah dilakukan di luar negeri. Dan memilah sampah adalah regulasi yang dijalankan warga di negara-negara maju. Pastinya kita ingin Indonesia semakin maju dan asri lingkungannya.

Ini adalah kebiasaan baik dan sederhana untuk membiasakan diri mengelola sampah. Sampah yang telah dipisah akan mempermudah mempercepat proses penguraian. Budaya ini sudah dimulai dari KFC sendiri di kantornya. “Beberapa sampah yang didaur ulang dari KFC telah diolah menjadi produk yang bisa digunakan kembali,” Tutur Arnold Abdi Managing Director Armada Kemasan. Mengingat setiap harinya Indonesia rata-rata menghasilkan 7 juta ton sampah per hari. Oleh karena itu mari bersama kita lebih giat lagi dan bijak saat mengonsumsi atau berbelanja. Peduli lingkungan dimulai dari langkah kecil untuk menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"

Home
Pencarian
Profil
Lainnya

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.