Download Aplikasi Endeus

Inspirasi masak tiap hari

Install

Tau kan kalau cokelat yang biasa kita makan adalah berbahan dasar kakao? Lalu apa bedanya kakao dan kokoa? Mari kita cari tau selengkapnya.

Kita pasti udah sering mengonsumsi cokelat. Bisa dimakan secara langsung maupun diolah sedemikian rupa sehingga menjadi hidangan yang endeus. Namun, pernahkah kita cari tau dari mana asal cokelat?

Nah, bagi kita yang belum tau tentang cokelat maka ulasan kali ini mungkin bisa membantu untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang bahan utama dari cokelat yaitu kakao.

Pohon kakao banyak tersebar di seluruh dunia, nggak terkecuali di Indonesia. Sayangnya, jenis pohon yang satu ini sulit untuk bisa tumbuh. Sehingga dalam membudidayakan pohon kakao harus benar-benar diperhatikan kelembaban dan suhunya.

Nggak hanya itu, pohon yang biasa tumbuh dengan ketinggian sekitar 12-15 meter ini juga sering terkena penyakit. Maka dari itu nggak bisa sembarangan dalam membudidayakan pohon kakao.

Bila kondisi pohon dikatakan sehat maka bisa tumbuh dengan sempurna dan berbuah selama empat tahun. Meskipun begitu, pohon ini termasuk lama dalam proses pembuahan. Setidaknya dibutuhkan waktu selama 25 tahun.

Pohon kakao sendiri memiliki tiga jenis yaitu trinitario , forastero dan criollo . Jenis yang pertama adalah trinitario yang merupakan perpaduan antara criollo dan forastero . Rasa buah yang dihasilkan dari pohon jenis ini adalah pahit, asam dan pedas.

Warna dari polongnya adalah kuning atau merah dengan bentuknya yang bulat rata. Kita bisa menemukan pohon ini di Papua Nugini, Grenada, Trinidad dan Tobago. Untuk persentase tingkat produksinya sekitar 10-15% di seluruh dunia.

Jenis yang kedua adalah forastero . Buah dari pohon ini memiliki rasa yang pahit. Biasanya jenis forastero dijadikan sebagai campuran agar rasanya nggak terlalu pahit. Warna dari polongnya adalah kuning dengan bentuk biji yang rata. Banyak dibudidayakan di wilayah Afrika dengan persentase sekitar 85%.

Jenis lainnya adalah criollo . Berbeda dengan jenis sebelumnya, untuk criollo rasanya nggak pahit sama sekali. Justru memiliki aroma yang manis dan rasanya yang enak. Warna polongnya yang merah atau kuning ini memiliki bentuk yang berlekuk dan berkutil. Ukuran bijinya pun terbilang cukup besar.

Jenis pohon criollo ini hanya ada sekitar 5-10% di dunia ini dan negara yang membudidayakannya salah satunya adalah Indonesia. Maka nggak heran bila jenis cokelat di Indonesia kebanyakan memiliki cita rasa yang manis.

Kita mungkin udah nggak asing lagi dengan istilah nama kakao dan kokoa. Dari namanya juga sudah terlihat beda ya? Tetapi masih banyak yang sulit membedakannya. Kita tadi juga telah mengetahui apa itu kakao berdasarkan penjelasan di atas. Pohon kokoa merupakan bahan dasar utama dalam pembuatan cokelat.

Beda lagi dengan kokoa yang merupakan hasil olahan dari kakao yang sudah diproses dengan cara dilembutkan secara alami maupun dicampur dengan susu dan gula agar rasanya manis. Pada pembuatan roti seperti pada resep brownies kukus pisang cokelat bisa menggunakan bubuk kokoa.

Home
Pencarian
Profil
Lainnya