Lain jenis, lain pula cara penggunaannya. Ketahui dan jangan sampai salah mengolahnya

"

Menghadirkan makanan sehat bagi keluarga terkasih memang menjadi cita-cita setiap ratu dapur. Tidak hanya bahan utama saja yang harus diperhatikan kualitasnya, penggunaan minyak untuk menumis juga kerap menjadi hal penting meski penggunaannya dalam jumlah yang sedikit.

Olive oil atau minyak zaitun menjadi salah satu pilihan minyak untuk menghadirkan santapan sehat dan bergizi. Selain memiliki kandungan lemak tak jenuh, minyak zaitun juga mampu menjadi sumber antioksidan yang baik.

Jika sedang berkeliling untuk berbelanja minyak zaitun, Anda tentu menyadari jika di pasaran tersedia dalam beberapa jenis. Ternyata ketiga jenis tersebut, extra virgin olive oil , light olive oil , dan olive oil , memiliki karakteristik berbeda dan cara berbeda dalam mengolahnya. Kenali perbedaannya agar tak salah menggunakannya.

Extra Virgin Olive Oil

Minyak zaitun didapat dari buah zaitun yang diproses hingga berbentuk pasta. Pasta zaitun ini diaduk hingga kandungan minyaknya benar-benar menyatu menjadi konsentrat. Kemudian diekstrak dengan mesin pemeras hingga dihasilkan minyak zaitun.

Hasil pemerasan secara alami ini dinamakan sebagai extra virgin olive oil dan menjadi minyak zaitun dengan kualitas terbaik. Warnanya kehijauan dan aroma buah zaitun masih sangat terasa.

Hindari paparan sinar matahari langsung saat penyimpanannya. Biasanya minyak zaitun ini dikemas dalam botol hijau gelap untuk semakin meminimalisir paparan sinar yang akan merusak kualitasnya. Selain itu umur simpannya juga tak panjang karena tidak melewati proses kimiawi.

Extra virgin olive oil memiliki tingkat titik didih yang rendah (± 160° C) sehingga membuatnya tak cocok sebagai minyak untuk memasak. Gunakan minyak ini sebagai salad dressing , cocolan roti, atau saus seperti chimichurri .

Olive Oil

Minyak zaitun reguler ini merupakan hasil dari perpanjangan proses extra virgin olive oil . Dari hasil pemerasan, minyak yang dihasilkan kemudian diproses lebih lanjut secara kimiawi (refinasi) untuk memperbaiki kualitasnya.

Proses kimiawi tersebut mampu menetralisir rasa dan aroma zaitun yang tajam dan memperpanjang usia penyimpanannya. Minyak yang dihasilkan memiliki warna pucat bening dan memiliki titik didih yang cukup tinggi (± 200 - 243° C) sehingga membuatnya cocok sebagai minyak untuk menumis.

Pure Olive Oil

Minyak zaitun ini merupakan perpaduan antara extra virgin olive oil dan olive oil reguler. Jenis pencampuran ini juga menghasilkan extra light dan light olive oil . Minyak zaitun ini memiliki warna kuning bening dan yang membedakan hanya persentase kadar extra virgin olive oil di dalamnya. Rasa zaitunnya terasa lembut dan memiliki titik didih cukup tinggi (± 200° C). Membuat ketiganya cocok sebagai minyak untuk menumis, campuran dalam sup, salad dressing , atau mayones.

"

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.