Download Aplikasi Endeus

Inspirasi masak tiap hari

Install

Salah satu tren yang digilai oleh tua muda!

Makanan dan minuman di Indonesia, khususnya di berbagai kota besar, memang selalu mengikuti tren masa kini. Belum lama diramaikan oleh berbagai kopi susu, kali ini bubble tea atau boba kembali menjadi pembicaraan di mana-mana. Brand-brand baru pun mulai bermunculan.

Sebenarnya jika kita melihat ke belakang, bubble tea bukanlah sesuatu yang baru dan sudah dijual di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, bubble tea kali ini melakukan berbagai inovasi, sehingga memiliki rasa yang baru dan tidak membosankan.

Saya teringat beberapa tahun yang lalu ketika bubble tea baru memiliki outlet-outlet di mal-mal tertentu saja. Mengejar milk tea, walaupun tempatnya tidak dekat, memberikan kepuasan tersendiri untuk saya.

Saya sampai rela pergi membeli bubble tea 3 kali dalam seminggu bersama teman saya yang juga penyuka bubble tea. Beruntung, saat ini saya tidak memiliki niat sebesar itu untuk mengejar semua bubble tea yang ada di pasaran.

Sebut saja berbagai jenis bubble tea yang ramai di pasaran. Inovasi dengan menggunakan brown sugar ( gula merah ), cheese foam (lapisan keju di atasnya), hingga berbagai rasa bubble mudah ditemukan di mana-mana.

Semua ini juga ditunjang dengan kemudahan membelinya menggunakan aplikasi online. Maka tidak heran minuman ini bisa dinikmati kapan saja, tanpa harus mengeluarkan banyak waktu dan energi.

Kalori Pearl dalam Bubble Tea

Bubble tea mengandung tapioca pearl, yang merupakan produk olahan dari tepung tapioka. Produk ini dibuat dengan cara dimasak hingga menghasilkan konsistensi yang kenyal, kemudian dicampur ke dalam berbagai minuman, khususnya minuman manis.

Tapioca pearl sendiri sudah tinggi akan karbohidrat. Satu porsi minuman bubble tea bisa mengandung 200-300 kalori dari pearl saja. Jadi jika ditambahkan kalori dari minuman, bisa menghasilkan total kalori yang semakin tinggi.

Belum lagi jika tapioca pearl ditambahkan pemanis tambahan seperti sirup, agar memiliki rasa yang manis dan wangi. Salah satu tambahannya adalah brown sugar, yang saat ini sedang ramai di berbagai outlet.

Jenis minuman lainnya adalah cheese foam atau lapisan menyerupai keju yang ada di bagian atas berbagai minuman bubble tea. Belum lama ini, saya mencicipi salah satu jenis minuman yang menggabungkan keduanya, yaitu lapisan keju di atas dengan tapioca pearl rasa brown sugar di bawahnya. Wah, kebayang kan berapa kalori yang ada dalam satu porsi tersebut? Jumlah kalorinya bisa menghabiskan satu kali kalori makan siangmu!

Bagaimana ya caranya untuk menghindari bubble tea yang sangat menggiurkan ini?

Saya tidak pernah menghindari bubble tea, tetapi saya mengatur pengonsumsiannya agar tidak terlalu sering. Jadi, kalori yang masuk ke dalam tubuh masih terkontrol. Saya mengonsumsi milk tea hanya seminggu sekali, bahkan bisa 2-3 minggu sekali.

Saya juga menghindari untuk memesannya menggunakan aplikasi. Jadi, saya selalu membeli bubble tea ketika sedang jalan-jalan ke outlet-nya saja. Selain minumannya lebih nikmat karena lebih segar, Kamu juga bisa membakar sedikit kalori dengan jalan kaki ke toko tersebut!

Kamu juga bisa mengatur jumlah gula dalam bubble tea agar tidak mengonsumsi kalori yang tidak perlu. Untuk saya, kadar gula 25-50% sudah cukup. Ingatlah untuk tidak membiasakan diri mengonsumsi makanan manis, karena otak kita akan menginginkan makanan atau minuman yang lebih lebih manis lagi ke depannya!

*artikel ini merupakan kerjasama Endeus.TV dan GueSehat.com. Klik link untuk menuju artikel asli

Home
Pencarian
Profil
Lainnya