Download Aplikasi Endeus

Inspirasi masak tiap hari

Install

Berbagai jenis topping seperti krim keju, jelly juga aloe vera, turut menunjang rasa minuman menjadi lebih nikmat.

Berlibur di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya, tidak luput dari mencoba berbagai macam kuliner yang sedang ngetren di sana. Saya sendiri tinggal di Jakarta dan tidak sedikit jenis makanan dan minuman yang bermunculan. Salah satu tren minuman terbaru adalah minuman dengan boba.

Boba sebenarnya bukanlah hal yang baru di Jakarta. Boba merupakan topping yang biasanya ditemukan di dalam minuman manis. Berbagai jenis minuman milk tea dengan topping boba (bisa juga disebut bubble atau pearl) sudah bermunculan sejak beberapa tahun lalu.

Namun, inovasi pembuatan boba dan minuman manis memang semakin banyak bermunculan, dimulai dari berbagai rasa boba, popping boba, dan boba yang dipadukan dengan rasa brown sugar.

Selain boba, berbagai minuman manis tersebut juga diinovasikan dengan berbagai topping , seperti krim keju yang gurih dan manis, jelly, aloe vera, dan sebagainya. Berbagai jenis topping ini sangat menunjang rasa minuman menjadi lebih nikmat.

Kebiasaan minum boba seperti sudah bergeser dari kegiatan yang hanya dilakukan saat berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan di akhir minggu, menjadi sesuatu yang bisa dilakukan kapan saja.

Hal ini juga ditunjang dengan berbagai kemudahan dalam memesan makanan secara online dengan berbagai promo yang ditawarkan. Bosan saat bekerja? Kamu bisa memesan boba dengan mudah! Sungguh pergeseran gaya hidup yang signifikan, bukan?

Sebenarnya, berapa banyak boba dan minuman manis yang boleh Kamu konsumsi, sih? Hal ini sebenarnya berbeda-beda, tergantung dari jenis minuman yang Kamu beli. Boba berkisar antara 8 sampai dengan 15 kalori.

Dalam segelas sajian, bisa terdapat 20-30 boba di dalamnya. Hal ini tergantung dari seberapa banyak boba yang diberikan ke dalam minuman Kamu. Jika dihitung dari kalori bobanya saja, sudah menyumbang sekitar 200-400 kalori dalam sekali minuman. Jangan lupa bahwa ini belum termasuk minuman manis yang menemani boba tersebut, ya!

Belum lagi akhir-akhir ini, banyak sekali tambahan pemanis, seperti krim keju manis ataupun crème brule, yang tentunya mengandung banyak kalori. Sebagai catatan, umumnya Kamu hanya memerlukan 1.200-1.800 kalori per hari.

Selain itu, mengonsumsi boba secara rutin akan memberikan dampak kesehatan jika dilakukan dalam jangka panjang. Boba memiliki kandungan gula yang tinggi, tanpa lemak dan protein bermakna di dalamnya.

Kandungan gula yang sangat tinggi ini tentu tidak baik untuk tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Beberapa orang setelah minum boba akan merasa kenyang dan tidak makan besar, yang sebenarnya memiliki nutrisi seimbang bagi tubuh.

Bagaimana boba dicerna? Belum lama ini, terdapat berita yang menyebutkan bahwa boba tidak bisa dicerna dan menyebabkan seorang remaja masuk rumah sakit karena sakit perut.

Dari foto pemeriksaan, ditemukan banyak sisa kotoran yang tidak bisa dikeluarkan dan hal ini disebabkan oleh boba. Sebenarnya, boba cukup mudah untuk dicerna. Namun, konsumsi boba dalam jumlah banyak setiap hari dapat menyebabkan konstipasi ( sulit buang air besar ).

Usus akan berusaha mengeluarkan feses dengan mencoba melakukan pergerakan usus. Inilah yang mengakibatkan munculnya sakit perut tersebut. Nyatanya setelah dibantu dengan obat pencahar, keluhan sakit perut tersebut hilang. Jadi, jumlah boba yang dikonsumsi juga berpengaruh dalam kasus ini.

Jadi, seberapa sering boba boleh dikonsumsi? Saya sendiri coba mengosumsinya maksimal 2 kali dalam sebulan. Hal itu tergantung juga dengan aktivitas tubuh dan goal dari tubuh Kamu sendiri.

Jika Kamu memiliki aktivitas yang cukup tinggi, mungkin Kamu bisa menikmati boba lebih sering dari saya. Namun jika Kamu sedang mencoba untuk menurunkan berat badan, tentunya jenis minuman ini harus dihindari!

*artikel ini merupakan kerjasama Endeus.TV dan GueSehat.com. Klik link untuk menuju artikel asli

Home
Pencarian
Profil
Lainnya