Download Aplikasi Endeus

Inspirasi masak tiap hari

Install

Namun sama halnya dengan konsumsi makanan atau minuman lain, mengonsumsi bubble tea secara berlebihan juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi tubuh.

Geng Sehat, siapa yang suka minuman bubble tea? Rasanya yang manis serta topping bubble yang kenyal tentu bisa membuat siapa saja sulit untuk menolaknya. Namun sama halnya dengan konsumsi makanan atau minuman lain, mengonsumsi bubble tea secara berlebihan juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi tubuh.

Sebuah laporan baru-baru ini mengungkapkan bahwa mengonsumsi bubble tea berlebihan dapat membuat sembelit. Wah, kira-kira mengapa hal tersebut bisa terjadi, ya? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Apa Itu Bubble Tea?

Nah, sebelum mencari tahu apakah benar bubble tea membuat sembelit, yuk kita kenali dulu minuman yang sedang hits ini! Bubble tea pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980-an di Taiwan oleh seorang pemilik toko teh, Liu Han Chieh, bersama dengan manajer pengembangan produknya, Lin Hsiu Hui. Keduanya bereksperimen dengan menambahkan bahan-bahan berbeda, seperti buah, sirup, dan beberapa bola tapioka ke dalam minuman teh susu.

Secara singkat, bubble tea merupakan jenis minuman yang terbuat dari berbagai jenis teh, buah segar, dan susu . Bubble tea biasanya disajikan dalam kondisi dingin dan dilengkapi bola-bola tapioka kecil yang disebut pearl, boba, ataupun bubble. Tren bubble tea menyebar dengan cepat ke negara-negara Asia lainnya, kemudian ke Amerika Utara serta Australia.

Seorang Anak Sembelit Setelah Minum Bubble Tea

Adapun laporan yang dibuat oleh platform berita digital Asia One perlahan-lahan membuat para penggemar minuman bubble tea bertanya-tanya. Seorang gadis berusia 14 tahun asal Zhejiang Cina dikabarkan sempat dilarikan ke rumah sakit karena sakit perut yang dialaminya.

Setelah sebelumnya sempat mengeluh karena sakit perut, 5 hari kemudian gadis tersebut dibawa ke dokter. Dokter kemudian menanyakan kepada gadis tersebut terkait apa yang sudah dikonsumsinya.

Gadis tersebut mengatakan bahwa ia hanya minum segelas bubble tea 5 hari sebelum waktu kejadian. Melihat kondisinya, dokter memerintahkan untuk dilakukan CT scan. Cukup mengejutkan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa lebih dari 100 bubble berada dalam perutnya.

Meski begitu, Dokter Zhang Louzhen merasa ragu akan pengakuan gadis tersebut. Ia merasa bahwa sang Gadis menyembunyikan kebenaran mengenai konsumsi bubble tea karena takut dimarahi oleh orang tuanya. Menurut Zhang, diperlukan lebih dari segelas bubble tea untuk menelan sekitar 100 bubble seperti yang dialami oleh sang Gadis.

Untuk mengatasi masalah sembelit yang dialaminya, Zhang mengatakan bahwa ia harus mengeluarkan bubble yang ada supaya pencernaannya dapat berfungsi kembali. Zhang meresepkan obat pencahar untuk membantunya mencerna bubble.

Mengapa Bubble Tea Membuat Sembelit?

Kasus yang dialami gadis asal Cina tersebut memang tampak cukup aneh. Namun, hal ini sebenarnya bisa dijelaskan secara medis. Ryan Marino, seorang dokter darurat di UPMC di Pittsburgh, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut bisa saja disebabkan oleh kondisi tepung tapioka, bahan dasar bubble.

Bahan ini membuat bubble saling menempel satu sama lain, bahkan ketika sudah di dalam pencernaan. Akibatnya, seseorang mungkin saja akan mengalami konstipasi atau sembelit jika mengonsumsinya secara berlebihan. Ryan pun mengatakan bahwa kondisi ini bisa juga karena tepung tapioka masih belum matang, sehingga sulit dicerna oleh tubuh.

Vladimir Kushnir, MD., juru bicara American Gastroenterological Association, menyebutkan bahwa terdapat zat aditif tertentu yang terkadang ditambahkan dalam bubble tea. Kandungan ini disebut guar gum, yakni serat yang membantu menyatukan bubble.

Kandungan ini akan mengembang ketika bertemu dengan air. Sebenarnya, guar gum dapat digunakan untuk mengobati masalah pencernaan. Namun ketika dikonsumsi dalam jumlah tinggi dan bersaman dengan air, ini dapat menyebabkan sembelit.

Terlalu Banyak Konsumsi Bubble Tea Juga Dapat Menimbulkan Beberapa Masalah Kesehatan

Segala hal yang berlebihan memang tidak akan baik efeknya, begitu pula dengan konsumsi bubble tea. Selain dapat menyebabkan sembelit, terlalu banyak mengonsumsi bubble tea juga dapat memicu beberapa masalah kesehatan seperti berikut ini:

1. Menyebabkan masalah kardiovaskular

Minuman seperti bubble tea biasanya menggunakan sirup dengan pemanis fruktosa berkadar tinggi. Pemanis semacam ini dapat melebihi tingkat asupan gula tambahan yang direkomendasikan untuk pria (maksimal 150 kkal/hari) dan wanita (maksimal 100 kkal/hari). Dalam satu gelas bubble tea berukuran 16 oz atau 473 ml, terkandung sekitar 38 gr gula.

Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa gula tambahan dapat menyebabkan gangguan metabolisme, terutama gangguan kardiovaskular, pada orang dewasa muda. Maka dari itu, mengganti gula tambahan ini dengan pemanis alami bisa sangat menurunkan risiko.

2. Meningkatkan risiko obesitas dan diabetes pada anak

Minuman bubble tea berukuran gelas besar memiliki kalori lebih dari 500 kalori. Jumlah ini sudah menyumbang sekitar 25% dari kebutuhan kalori harian. Kalori yang cukup besar inilah yang membuat bubble tea dapat meningkatkan risiko obesitas anak.

Beban glikemik diet tinggi dari gula buatan seperti fruktosa juga dapat meningkatkan risiko resistensi insulin hati, pengendapan lemak viseral, serta kadar trigliserida dan kolesterol pada anak.

Lalu, Bagaimana Cara Menikmati Bubble Tea agar Tetap Sehat?

Meski dilaporkan bahwa bubble tea dapat memicu terjadinya sembelit, bagi Geng Sehat para pecinta bubble tea, tak perlu langsung merasa sedih atau khawatir untuk menikmati minuman yang satu ini.

Kamu masih bisa kok menikmati bubble tea. Hanya saja pastikan untuk mengonsumsinya secara tidak berlebihan. Sekitar 1 hingga 2 gelas bubble tea dalam sehari masih tergolong aman, kok.

Lagipula, bubble tea juga bisa memberikan manfaat dalam meningkatkan energi secara cepat. Dalam 16 ons bubble tea terkandung sekitar 300-400 kalori. Dibandingkan minuman berkarbonasi yang juga dapat memberi energi tambahan secara cepat tetapi tanpa gizi, bubble tea terbilang lebih baik.

Jika Kamu ingin memastikan bubble tea yang Kamu minum lebih sehat, Kamu bisa lho membuatnya sendiri di rumah menggunakan teh hijau atau teh hitam yang lebih kaya akan manfaat.

Untuk penggunaan susu, Kamu bisa memilih jenis susu kedelai, susu almond, skim, atau susu rendah lemak. Selain susu, meski jarang digunakan, santan juga bisa menjadi pilihan yang lebih sehat untuk ditambahkan ke dalam bubble tea-mu. Pilihlah juga perisa alami daripada sirup buatan. Kamu bisa membuat minuman detoksifikasi dengan menambahkan lemon, chamomile, lidah buaya, atau daun mint.

Kenikmatan yang ditawarkan bubble tea memang membuat siapa saja sulit untuk menolaknya ya, Gengs. Namun, jangan sampai Kamu mengonsumsinya secara berlebihan. Enggak mau dong kalau niatnya ingin menikmati bubble tea, justru berujung mengalami sembelit.

*artikel ini merupakan kerjasama Endeus.TV dan GueSehat.com. Klik link untuk menuju artikel asli

Home
Pencarian
Profil
Lainnya