Bakso adalah makanan ringan yang enak banget disantap ketika hujan atau udara dingin. Namun dari manakah asal muasal daging yang dibentuk bulat ini?

Bakso yang kita kenal sekarang ini merupakan kuliner yang pas banget disantap ketika hujan atau ketika udara dingin. Apalagi kalau dinikmati bersama bihun, mie kuning, tahu, saus dan sambal, aduh langsung ngiler seketika nih.

Makan bakso bersama kuahnya yang panas tentu bisa membuat badan segar. Tapi darimanakah asal muasal kuliner yang biasa kita nikmati ini?

Bakso merupakan kuliner yang berasal dari China. Hingga kini penjualnya di Indonesia udah mudah ditemukan di mana-mana; dari penjual gerobakan, penjual di toko, hingga di dalam mall pun kita bisa menemukannya.

Siapa sangka ternyata bakso terinspirasi dari sebuah makanan yang juga berasal dari China; mochi. Adalah Meng Bo yang mengubah daging yang tebal menjadi bulat seperti yang kita tau sekarang ini.

Di abad ke-17 Meng Bo harus merawat Ibunya yang sudah tua. Karena ingin berbakti kepada sang Ibu, ia mencoba untuk mencari cara bagaimana Ibunya tetap bisa menikmati makanan kesukaannya (daging) meski giginya sudah nggak kuat lagi untuk mengunyah daging.

Suatu hari Bo melihat tetangganya yang sedang menumbuk beras ketan untuk dijadikan mochi kemudian dibentuk bulat-bulat. Dari situ Ia terpikir untuk menghaluskannya dengan cara menumbuk daging yang ada di rumahnya kemudian dibentuk menjadi bulat juga.

Mengapa dibentuk bulat juga? Alasannya agar lebih mudah dimakan oleh Ibunya. Setelah ditumbuk dan dibentuk bulat, daging tersebut direbus. Setelah matang akhirnya disajikan kepada Ibu, siapa sangka ternyata sang Ibu doyan dan makan semua baksonya sampai habis.

Ternyata bakso buatan Meng Bo terdengar kelezatannya sampai seluruh Fuzhou yang merupakan tempat tinggal Bo. Dari sini resep bakso buatannya mulai terkenal hingga seantero negeri. Pada akhirnya bakso bisa sampai ke Indonesia.

Lalu kenapa diberi nama bakso? Ini yang menarik. Karena awalnya Bo membuatnya menggunakan daging babi yang dalam bahasa China adalah “bak.” Disajikan dengan kuah sup yang disebut “so” dalam bahasa China. Yang jika digabungkan menjadi bakso.

Meski hingga kini bakso di Indonesia sudah mengalami banyak modifikasi yang lebih masuk ke lidah masyarakat kita.

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.