Download Aplikasi Endeus

Inspirasi masak tiap hari

Salah satu anggota keluarga kacang-kacangan ini adalah salah satu sumber pangan yang banyak sekali diolah menjadi makanan dan minuman yang lezat.

Siapa yang tidak pernah mendengar tentang kedelai? Salah satu anggota keluarga kacang-kacangan ini adalah salah satu sumber pangan yang banyak sekali diolah menjadi makanan dan minuman yang lezat. Di Indonesia sendiri, kedelai diolah menjadi susu, tahu, tempe, ataupun dimakan utuh dalam aneka kreasi masakan khas daerah-daerah di Indonesia.

Kacang kedelai juga dapat kita temukan dalam aneka snack bar yang banyak dijual di supermarket. Jangan lupakan juga edamame yang akhir-akhir ini booming sebagai camilan sehat. Edamame adalah kacang kedelai ‘muda’ yang belum mature , biasanya diolah dengan cara direbus atau dikukus.

Saya sendiri adalah penggemar kacang kedelai dan olahannya. Tahu dan tempe dalam berbagai kreasi olahan masakan menjadi menu favorit saya sehari-hari. Karena mudah mendapatkannya, harganya bersahabat, dan tentunya rasanya enak! Susu kedelai juga menjadi salah satu favorit saya jika sedang tidak mood minum susu sapi.

Apakah kamu juga termasuk penikmat kacang kedelai dan olahannya? Jika iya, bersyukurlah! Karena selain lezat, kacang kedelai juga memiliki segudang manfaat untuk kesehatan!

Kaya akan protein dan isoflavon

Kacang kedelai yang memiliki nama latin Glycine max ini berasal dari daerah Asia, terutama dari daerah Cina. Kacang kedelai sudah menjadi bagian dari diet sehari-hari masyarakat di kawasan Asia sejak sekitar 4.000 tahun yang lalu. Saat bangsa Eropa melakukan invansi ke daerah Asia, kacang kedelai mulai dikenal di belahan dunia lain.

Kandungan paling besar di dalam kacang kedelai adalah protein , yaitu sekitar 40-50 persen dari seluruh kandungan zat dalam kacang kedelai. Oleh karena itu, kacang kedelai adalah salah satu sumber protein nabati yang baik. Maka tidak heran kalau kacang yang satu ini digunakan dalam menu-menu vegetarian, untuk mencukupi kebutuhan protein harian.

Berbicara tentang manfaat kesehatan kacang kedelai, salah satu senyawa yang memberi peranan terhadap efek tersebut adalah golongan isoflavon. Isoflavon adalah suatu phytoestrogen , yaitu molekul dalam tumbuhan yang memiliki sifat seperti estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh tubuh manusia). Ada banyak jenis isoflavon dalam kacang kedelai, 2 yang paling banyak diteliti adalah genistein dan daidzein.

Menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian cukup tinggi di Indonesia. PJK terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah arteri koroner, yang bertugas menyuplai oksigen dan nutrisi untuk otot jantung, sehingga jantung tidak dapat melakukan tugasnya memompa darah dengan baik.

Sumbatan pada PJK antara lain disebabkan oleh menumpuknya kolesterol tidak larut atau low density lipoporotein (LDL). Konsumsi kedelai dapat menurunkan LDL dalam tubuh, karena menghambat pembentukan kolesterol di lever.

Selain itu, konsumsi kedelai dan olahannya dapat mengurangi asupan daging dan produk olahan susu ( dairy products ) yang banyak mengandung lemak jenuh. Sehingga lebih aman dalam menjaga kadar LDL dalam darah.

Membantu mengatasi gejala hot flushes pada wanita menopause

Salah satu gejala tidak menyenangkan yang dialami oleh sekitar 75 persen wanita yang sedang menopause adalah hot flushes , yaitu ketika tubuh tiba-tiba terasa panas sehingga menyebabkan berkeringat berlebihan.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi 50-80 mg isoflavon dalam kedelai (setara dengan kurang lebih 2-3 porsi makanan olahan kedelai) dalam sehari selama 8-12 minggu membantu menurunkan frekuensi dan keparahan gejala hot flushes hingga 25 persen.

Dapat menjadi alternatif konsumsi susu sapi

Beberapa orang tidak dapat mengonsumsi susu sapi, baik karena alergi terhadap susu sapi maupun karena suatu kondisi yang disebut intoleransi laktosa ( lactose intolerance ). Pada kondisi intoleransi laktosa, tubuh tidak dapat mencerna laktosa. Laktosa adalah gugus gula yang secara alami terdapat dalam susu sapi dan produk olahannya. Orang yang mengalami intoleransi laktosa biasanya mengalami diare saat mengonsumsi susu sapi.

Susu kedelai tidak mengandung laktosa, sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang mengalami intoleransi laktosa, termasuk pada anak-anak usia mulai dari usia 6 bulan. Dianjurkan untuk mengonsumsi susu kedelai yang difortifikasi atau diperkaya dengan kalsium, untuk memenuhi kebutuhan kalsium tubuh.

Dapat menurunkan risiko osteoporosis

Dalam beberapa penelitian yang dilakukan terhadap populasi wanita Asia yang banyak mengonsumsi kedelai dalam diet sehari-hari, ditemukan bahwa kedelai dapat berperan dalam mengurangi risiko osteoporosis . Hal ini diduga karena kerja isoflavon dapat meningkatkan kepadatan atau densitas tulang, sehingga tidak mudah rapuh atau patah.

Mengurangi risiko terjadinya kanker

Walaupun penelitian di bidang ini masih perlu dieksplorasi, beberapa penelitian sampai saat ini menunjukkan konsumsi kedelai sebagai bagian dari diet sehari-hari dapat mengurangi risiko terjadinya kanker, terutama kanker payudara dan kanker kolon.

Genistein, suatu isoflavon utama yang ada dalam kedelai, diduga sebagai zat yang berkontribusi terhadap hal ini. Karena genistein memiliki sifat sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Wah, ternyata banyak sekali ya manfaat konsumsi kedelai bagi kesehatan! Mulai dari mencegah penyakit jantung, osteoporosis, dan kanker, mengurangi gejala menopause, hingga menjadi alternatif untuk yang tidak bisa mengonsumsi susu sapi. Hmm, jadi makin bersemangat nih makan tempe dan tahu, serta minum susu kedelai! Yuk, mulai masukkan kedelai dalam diet sehari-hari untuk mendapatkan manfaat sehatnya!

*artikel ini merupakan kerjasama Endeus.TV dan GueSehat.com. Klik link untuk menuju artikel asli

Home
Pencarian
Profil
Lainnya

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.