Download Aplikasi Endeus

Inspirasi masak tiap hari

Bubur merah putih masih banyak yang belum tau mengapa kuliner ini bisa menjadi simbol wujud syukur di tengah masyarakat kita.

Di berbagai daerah di Indonesia memang memiliki banyak tradisi yang beragam yang dipercayai oleh masyarakat setempat. Seperti tradisi menyajikan bubur merah dan bubur putih yang beredar di tengah-tengah masyarakat, khususnya di daerah Jawa.

Bubur merah putih memang sering dihidangkan ketika ada bayi yang baru lahir. Bagi masyarakat Jawa, hal tersebut bukanlah hal yang asing lagi karena sudah menjadi tradisi di sana.

Bubur yang dimaksudkan seperti bubur pada umumnya, yaitu bubur yang terbuat dari beras. Ada dua jenis bubur yang dibedakan dari warnanya seperti pada namanya; merah dan putih. Tapi jangan berharap bubur merah memiliki warna merah terang ya.

Karena warnanya lebih kecokelatan yang berasal dari olahan gula merah. Rasanya juga manis jika dibandingkan dengan bubur berwarna putih, karena bubur putih nggak ditambahkan dengan apapun. Hanya menggunakan santan dan dicampur garam.

Bubur merah putih disajikan dalam satu piring, mangkuk atau daun, jadi mereka nggak dipisahkan oleh tempat penyajiannya.

Balik lagi tentang tradisi penyajiannya, biasanya bubur merah putih disajikan pada saat bayi puputan atau ketika tali pusar terlepas dan mengering. Di akhir acara biasanya baru disajikan kepada orang-orang yang hadir dalam upacara tersebut.

Bukan tanpa alasan bubur itu diberi warna merah dan putih. Ada dua alasan untuk menjawabnya, yang pertama adalah warna merah melambangkan sel telur pada wanita, sedangkan warna putih diibaratkan sebagai sperma pada pria. Ketika keduanya bertemu, maka akan lahir seorang bayi mungil yang membanggakan. Makanya disajikan juga di dalam satu wadah.

Untuk alasan kedua warna putih melambangkan doa dari kedua orangtua. Sedangkan warna merah juga berarti melambangkan seorang ibu harus memaafkan kesalahan anaknya di masa mendatang. Disajikan dalam satu wadah yang memberikan harapan dari orangtua untuk si bayi yang baru lahir.

Hal ini juga menjadi rasa syukur dari keluarga yang mendapatkan anggota baru kepada tuhan. Filosofi bubur merah putih ini juga sebagai keberanian dan kesucian sama seperti simbol bendera negara kita merah putih.

Terakhir adalah pembagian bubur merah putih yang merupakan simbol dari pembagian rezeki kepada sesama karena telah diberikan seorang anak sebagai pelengkap dalam keluarga. Nggak lupa juga diberikan nama yang menjadi doa dari orang tua kepada si bayi yang baru lahir agar menjadi anak yang berguna.

Image courtesy: Lintasusaha.

Home
Pencarian
Profil
Lainnya

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.