Download Aplikasi Endeus

Inspirasi masak tiap hari

Bicara mengenai jamu mungkin nggak semua akan tertarik. Tapi kalo tau kegunaan dan fungsinya, bisa jadi kita mencari jamu untuk dikonsumsi tiap hari.

Banyak sekali resep jamu yang udah kita tau. Tapi tau nggak kalo jamu itu udah ada sejak lama sekali? Terbukti dari adanya ukiran pengobatan menggunakan jamu dalam relief Candi Borobudur yang dibangun pada abad kedelapan hingga abad kesembilan.

Diteliti lebih dalam lagi, ternyata jamu udah ada dari jauh sebelum itu. Awalnya jamu adalah minuman yang hanya disajikan untuk para raja dan tamu agung. Tapi sekarang semua orang bisa menikmati jamu tanpa terbatas status sosial. Untuk tau lebih lanjut mengenai hal ini, silakan baca Mengenal Jamu Lebih Dalam Dari Maknanya .

Saya beratanya banyak kepada Chef Arifsprings yang dijuluki ‘Jamu Guru’ mengenai ketertarikannya dengan jamu hingga produk jamu buatannya. “Saya sejak kecil udah tertarik belajar tentang herbal,” tulisnya dalam surel ketika dihubungi tim Endeus.

Tanaman herbal yang ia pelajari sejak dulu itu mulai dari akar, rimpang, daun, dan lainnya. Pria bernama lengkap Arif Rahman ini ternyata juga senang masak.

“Awalnya saya masak makanan Sunda, sampai akhirnya saya tumbuh menjadi seorang chef,” ujar pria yang berasal dari Jawa Barat ini. “Menjadi seorang chef bukan hanya sebuah profesi saya, melainkan juga passion.”

Setelah sukses belajar masakan lokal dan internasional, akhirnya ketika ia pindah ke Ubud, Bali, dirinya lebih bisa mengeksplorasi masakan lain. Seperti masakan untuk healthy cuisine, vegan, raw food, plant based, macrobiotic dan sebagainya.

“Dari sini saya mulai belajar mengenai nutrisi, how we serve nutritious value in a plate and yummy for sure, also how food as a medicine, ” tambahnya.

Makanan buatannya mendapatkan apresiasi yang baik. Sehingga ia dikenal dengan julukan raw food chef. Hingga kini Chef Arif sering menggelar cooking class di beberapa restoran.

Pembicaraan kami akhirnya sampai pada hal yang mendasar tentang jamu. Dikatan olehnya jamu berasal dari kata Djamoe yang terdiri dari “djampi” yang artinya doa, dan “oesoedo” yang artinya kesehatan. Jadi jamu adalah doa untuk kesehatan. “Djampi di sini bukan berarti sesuatu yang klenik tapi merupakan doa yang diucapkan dalam bentuk mantra, beberapa di antaranya ditulis dalam kitab ‘ Bab kawruh jampi ’ selain itu juga tertulis di beberapa manuscript dalam bentuk lontar,” kata Founder Djamoekoe tersebut.

Lalu saya penasaran mengenai penyakit apa aja yang bisa disembuhkan oleh jamu? Chef Arif memiliki jawabannya sendiri untuk saya.

“Setiap manusia memiliki kemampuan untuk self healing. Jadi ketika kita percaya akan hal tersebut dan minum jamu sesuai dengan apa yang dibutuhkan tubuh, semua penyakit bisa disembuhkan ( in term prevention ),” ujarnya.

Intinya semua tanaman memiliki khasiatnya masing-masing bagi tubuh. Tergantung dari apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita. “Tapi untuk menjaga kesehatan saya sarankan untuk mengonsumsi jamu sinom; kunyit dan daun asam muda.”

Tapi untuk orang awam, disarankan untuk mengetahui tentang delapan jamu gendong. Di antaranya adalah kunyit asam, beras kencur, cabe putang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, gepyokan, dan sinom. Dari kedelapannya bisa dilihat filosofinya di sini .

Lalu adakah efek samping dalam mengonsumsi jamu? Ternyata semuanya tergantung dari beberapa aspek. “Selama jamu itu dibuat dari bahan yang segar, natural, dan quantity -nya baik, nggak akan ada efek samping. Karena tubuh akan beradaptasi dengan sendirinya.”

Dari hasil yang udah ia pelajari, akhirnya dibuatlah Djamoekoe; merupakan usaha rumahan dengan konsep natural heritages business category , beberapa produk yang ia buat nggak lepas dari unsur local wisdom dan warisan Nusantara.

“Djamoekoe yang diambil dari kata ‘djampi’ ‘oesoedo’ dan ‘koe’ berarti jamuku yang kalau ditarik lebih luas lagi berarti jamu dariku untukmu. Djamoekoe bagi kami doa kesehatan dan sehat itu milik semua orang,” lanjutnya.

Djamoekoe sendiri awalnya berdiri ketika Chef Arif bekerja di sebuah restoran di Ubud, Bali. Dirinya diberi kesempatan untuk menjadi pembicara di Ubud Food Festival; sebuah festival kuliner di Ubud, mengenai masakan Nusantara.

“Lalu saya dipercaya untuk menggantikan salah satu pembicara lain yang berhalangan hadir untuk berbicara dengan tema ‘ jamu for you,’ kebetulan karena audience di sana kebanyakan orang asing dan mereka sangat antusias dengan jamu, akhirnya saya memutuskan untuk membuat Djamoekoe.”

Lalu apa aja yang bisa kita temui di Djamoekoe? Heritages jamu serta filosofinya, medical herbs around the world , dari berbagai macam konsep seperti ayurveda , tcm, western herbs medicine, jamu godoghan untuk medicinal purpose , tea blend , mystique protein , face mask clay, dan beberapa natural product lainnya.

Pertanyaan terakhir dari saya mengenai bagaimana perkembangan jamu ke depannya? Ke depannya jamu bisa bangkit lagi karena udah mulai banyak orang yang memilih bahan-bahan natural sebagai sarana untuk penyembuhan dan kesehatan.

Home
Pencarian
Profil
Lainnya

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.