Makanan kaleng emang lebih praktis diolahnya. Tapi amankah mengonsumsinya sering-sering?

Makanan kaleng memiliki banyak jenisnya yang bisa kita temui di pasaran sekarang ini. Banyak dipilih karena praktis dalam mengolahnya. Rasanya juga banyak yang suka. Tetapi bagaimana jika dikonsumsi secara terus-menerus?

Selain rasanya yang enak dan juga praktis, makanan kalengpun memiliki gizi yang terjaga. Maksudnya meski ditempatkan di dalam kaleng, makanan kaleng nggak kekurangan gizi yang terkandung di dalamnya sama seperti makanan segar.

Sebut saja lemak, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral juga masih bisa ditemukan di dalam sebuah kalengnya.

Meski begitu ada juga ternyata hal negatif yang bisa kita temui dalam makanan kaleng. Seperti bisa saja terdapat bakteri berbahaya. Perlu diingat meski tidak semua makanan yang di dalam kaleng mengandung bakteri jahat.

Biasanya makanan kaleng yang tidak diproses dengan baik bisa tercemar bakteri jahat yang dikenal dengan nama Clostridium botulinum. Jika terkonsumsi bisa terkena penyakit dengan nama botulisme yang bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian kalau tidak segera ditangani dokter.

Oleh karena itu sebelum membeli pastikan kondisi kaleng dalam keadaan baik. Tidak penyok, kotor, bahkan bolong atau bocor.

Lalu makanan kaleng juga mengandung BPA (Bisphenol-A ) adalah bahan kimia yang terkandung di dalam kemasan makanan. Yang mana menurut penelitian bahwa BPA bisa berpindah dari kaleng ke makanan.

Bahayanya kalau sudah masuk ke tubuh kita bisa menyebabkan penyakit jantung, diabetes mellitus tipe 2, bahkan bisa juga menyebabkan kelainan fungsi seksual pada pria.

Hati-hati juga dengan kandungan gula dan garam, jika kita termasuk orang yang cukup concern dengan kandungan keduanya yang masuk ke tubuh. Karena rata-rata biasanya makanan kaleng sudah ditambahkan gula dan garam di dalamnya. Meskipun lagi-lagi tidak semua makanan kaleng.

Lalu bolehkah kalau makanan kaleng ini dikonsumsi sering-sering? Dikutip dari Detik Dealth, dikatakan bahwa meski praktis dan memiliki hal positif yang menguntungkan, makanan kaleng tidak boleh dikonsumsi setiap hari. Selain karena telah melewati proses yang panjang untuk bisa sampai di tangan kita, juga mengandung bahan pengawet.

Dianjurkan juga kalau mengonsumsi makanan keleng maksimal 2-3 kali dalam seminggu. Jadi nggak tiap hari demi menjaga kesehatan tubuh.

Home
Pencarian
Profil
Lainnya

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.