Download Aplikasi Endeus

Inspirasi masak tiap hari

Tingkat kematangan berperan cukup penting dalam menentukan kualitas sepotong steak. Agar tak salah memilih tingkat kematangan, yuk langsung simak!

Steak daging adalah salah satu olahan daging yang paling banyak diminati. Meskipun harganya tidak murah, sebagian besar orang rela merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati makanan yang satu ini. Di Indonesia, steak daging lebih populer versi daging dibalur tepung dan digoreng untuk menyiasati harga daging yang mahal.

Padahal steak daging yang asli ala western food menggunakan potongan daging sapi utuh yang dipanggang. Biasanya steak daging disajikan dengan sayuran dan kentang goreng serta saus yang disiram diatas daging. Selain dibedakan berdasarkan bagian daging sapi, steak ala western food biasanya dibedakan berdasarkan tingkat kematangannya. Ada 5 tingkat kematangan steak yang berbeda seperti berikut ini.

1/ Rare

Rare adalah tingkat kematangan steak daging yang paling rendah. Pada tingkat kematangan ini, 80% daging masih belum matang dan berwarna merah. Daging dengan tingkat kematangan rare mempunyai suhu 48-50 derajat celcius pada bagian dalamnya. Meskipun daging belum matang, nyatanya steak dengan tingkat kematangan rare ini banyak disukai orang luar negeri karena daging masih juicy dan lembut.

2/ Medium rare

Di atas rare, ada steak dengan tingkat kematangan medium rare. Pada tingkat kematangan ini, 60% bagian dalam daging belum matang sedangkan bagian luarnya sudah matang. Medium rare ini juga sering disebut sebagai steak setengah matang. Sama dengan steak rare, medium rare ini juga menghasilkan tekstur daging yang lembut dan juicy.

3/ Medium

Daging steak dengan kematangan medium mempunyai warna coklat yang lebih banyak sedangkan bagian mentah hanya 40% saja. Tingkat kematangan medium ini menjadi standard kelezatan daging steak di banyak negara. Bahkan untuk orang Indonesia, tingkat kematangan ini pas dan enak untuk dinikmati. Pada tingkat ini, tekstur daging tidak lagi se-juicy steak rare atau medium rare.

4/ Medium well

Tingkat kematangan steak selanjutnya yang juga bisa diterima oleh orang Indonesia adalah medium well. Pada tingkat ini daging steak sudah hampir matang seluruhnya dan bagian mentahnya hanya 20% saja. Meskipun daging sudah hampir matang, namun tekstur daging masih lembut dan terasa sedikit juicy.

5/ Well done

Tingkat kematangan daging steak yang terakhir adalah well done. Pada tingkat kematangan ini, daging benar-benar dimasak hingga matang dan tidak ada warna merah pada bagian dalam daging. Well done ini bisa dibilang tingkat kematangan yang menyeluruh. Karena tingkat kematangannya sempurna, tekstur daging menjadi lebih keras dan tidak juicy. Hal ini disebabkan karena semua bagian lemak sudah habis terpanggang. Steak well done ini mempunyai penampakan warna yang cokelat dengan bagian luar agak kering.

Home
Pencarian
Profil
Lainnya

Login

Silahkan Login untuk menyimpan resep-resep kesukaan Anda.